Gulma Siam merupakan tumbuhan yang
penyebarannya sangat luas dan biasanya hidup di dataran tinggi. Gulma siam yang
juga biasa dikenal dengan krinyuh atau gulma putihan merupakan jenis gulma yang
sangat sulit untuk dikendalikan dan menjadi permasalahan di berbagai lahan
pertanian dan perkebunan. Bertolak belakang dengan peranannya sebagai gulma,
ternyata gulma siam memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Ekstrak
gulma siam dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama (Thoden,
2007).
Salah
satu alternatif sebagai sumber bahan organik yang potensial adalah gulma siam (Chromolaena
odorata). Tumbuhan ini sangat cepat tumbuh dan berkembang biak. Karena
cepatnya perkembangbiakan dan pertumbuhannya, gulma ini cepat juga membentuk
komunitas yang rapat sehingga dapat menghalangi tumbuhnya tumbuhan lain melalui
persaingan. Gulma siam dapat tumbuh pada ketinggian 1000 – 2800 m dpl, tetapi
di Indonesia banyak ditemukan di dataran rendah (0 – 500 m dpl) seperti di
perkebunan-perkebunan karet dan kelapa serta di padang-padang penggembalaan.
Referensi
Thoden,
T., Bophre, M., Halman, J. 2007. Pyrrolizidine Alkaloids of Chromolaena
odoarata act as Nematycidal agents and reduce infection of lettuce roots of
Meloidygne incognita. Nematology
Vol.9(3), 343-349. Germany.
