Rabu, 23 Mei 2018

ETILEN ( HORMON PERTUMBUHAN TUMBUHAN)


         Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen memiliki struktur yang cukup sederhana dan diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen sering dimanfaatkan oleh para distributor dan importir buah. Buah dikemas dalam bentuk belum masak saat diangkut pedagang buah. Setelah sampai untuk diperdagangkan, buah tersebut diberikan etilen (diperam) sehingga cepat masak. Dalam pematangan buah, etilen bekerja dengan cara memecahkan klorofil pada buah muda,sehingga buah hanya memiliki xantofil dan karoten. Dengan demikian, warna buah menjadi jingga atau merah (Kusumo, 1990).
            Etilen yang diproduksi oleh setiap buah memberi efek komulatif dan merangsang buah lain untuk matang lebih cepat. Buah berdasarkan kandungan amilumnya, dibedakan menjadi buah klimaterik dan buah nonklimaterik. Buah klimaterik adalah buah yang banyak mengandung amilum, seperti pisang, mangga, apel dan alpokat yang dapat dipacu kematangannya dengan etilen. Etilen endogen yang dihasilkan oleh buah yang telah matang dengan sendirinya dapat memacu pematangan pada sekumpulan buah yang diperam. Buah nonklimaterik adalah buah yang kandungan amilumnya sedikit, seperti jeruk, anggur, semangka dan nanas. Pemberian etilen pada jenis buah ini dapat memacu laju respirasi, tetapi tidak dapat memacu produksi etilen endogen dan pematangan buah.
       Proses Klimaterik dan pematangan buah disebabkan adanya perubahan kimia yaitu adanya aktivitas enzim piruvat dekanoksilase yang menyebabkan keanaikan jumlah asetaldehid dan etanol sehingga produksi CO2 meningkat. Etilen yang dihasilkan pada pematangan mangga akan meningkatkan proses respirasinya. Tahap dimana mangga masih dalam kondisi baik yaitu jika sebagian isi sel terdiri dari vakuola.
            Perubahan fisiologi yang terjadi selama proses pematangan adalah terjadinya proses respirasi kliamterik, dalam proses pematangan oleh etilen mempengaruhi respirasi klimaterik melalui dua cara, yaitu (Abidin, 1985):
1. Etilen mempengaruhi permeabilitas membran, sehingga permeabilitas sel menjadi besar, hal tersebut mengakibatkan proses pelunakan sehingga metabolisme respirasi dipercepat.
2. Selama klimaterik, kandungan protein meningkat dan diduga etilen lebih merangsang sintesis protein pada saat itu. Protein yang terbentuk akan terlihat dalam proses pematangan dan proses klimaterik mengalami peningkatan enzim-enzim respirasi.


REFERENSI 
Abidin, Z.1985.Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh.Bandung : Angkasa.
Kusumo, S.1990.Zat Pengatur Tumbuhan Tanaman. Jakarta : Yasaguna.

HORMON PERTUMBUHAN TUMBUHAN ( AUKSIN )

Hormon merupakan salah satu sinyal yang di hasilkan dalam jumlah kecil oleh salah satu tubuh organisme kemudiaan ditranspor ke bagian-bagian lain yang membutuhkan yaitu tempat hormon berkaitan ke suatau reseptor spesifik dan memicu terjadinya respon-respon  di dalam sel dan jaringan-jaringan target (Opik et al, 2005).
Secara umum hormone pada tumbuhan diklasifikasikan menjadi 5 kelompok hormone pertumbuhan yang paling berpengaruh yaitu hormon auksin, ABA, etilen, giberelin dan sitokinin. Kelima hormone tersebut memiliki fungsinya masing-masing dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti auksin yang berperan dalam merangsang pemanjangan batang, sitokinin yang berperan dalam meregulasi pembelahan sel pada tunas dan akar serta fungsi lainnya pada masing-masing (Campbell et al, 2008).
Auksin merupakan hormone pertumbuhan tanaman yang pertama kali ditemukan, dimana hormone ini berperan dalam proses pemanjangan beberapa organ tumbuhan sebagai respon adanya ekspansi atau peluasan sel (Opik et al, 2005). Auksin alamiah yang ditemukan pada tumbuhan berupa asam indolasetat atau indolasetic acid (IAA) (Shahab et al, 2009). IAA merupakan salah satu hormone auksin yang paling aktif, dimana hormone ini dihasilkan dari metabolisme atau sisntesis L-Tryptophan (Shahab et al, 2009). Salah satu fungsi utama auksin adalah untuk merangsang pemanjangan sel dalam tunas-tunas muda yang sedang berkembang. Auksin paling banyak di ekspresikan di meristem apical. Auksin berperan dalam proses perkembangan tumbuhan pada tahapan lebih lanjut serta dapat mengubah ekspresi gen dengan cepat sehingga menyebabkan sel-sel di daerah pemanjangan menghasilkan protein-protein baru dalam waktu singkat (Verheye, 2010).
Auksin alami yakni tanaman yang dapat memproduksi sendiri hormone auksin endogen. Auksin diproduksi dalam jaringan meristematik (yaitu tunas, daun muda dan buah). Auksin merupakan salalag satu zat pengatur tumbuhan tanaman, contohnya hormon IAA dan IBA dan Zat pengatur tubuh tanaman merupakan susunan organic berbeda dengan nutrient, dimana hormone dihasilkan oleh tanaman dalam konsentrasi yang bisa mengatur proses fisiologi tanaman yang aktifitasnya dapat merangsang atau mendorong pengembangan sel, auksin sudah tersedia secara alami pada tumbuhan (Patma dkk, 2013). Auksin sintetik yakni hormone yang berasal dari luar tubuh tumbuhan (auksin eksogen) yakni buatan manusia. Salah satu jenis auksin sintetik yang dijual di pasaran adalah atonik.

REFERENSI

Campbell, N.A., Reece,J. B., Uny, L. A., Cain, M L., Wasseman, S.A., Minorsky, P. V., and Jackson, R. B. 2008. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Opik, H., Rolfe, A. R. 2005. The Physiology of Flowering Plants 4th ed. UK : Cambridge University Press.
Patama, U.,  Lollie A.P.P.,Luthfi A.M.S.2013. Respon Media Tanam dan Pemberian Auksin Asam Asetat Naftalen pada Pembibitan Aren (Arenga piƱata Mer) Jurnal Online Agroteknologi 1(2): 286-295.
Sahahab, S., Ahmed, N., Khan, N.S. 2009. Indol acetic acid production an enhanced Plant Growth promotion by indigenous PSBs. African Journal of Agricultural Research 4(11) : 1312-1316.
Verheye, W.H. 2010.  Soils, Plants Growth Crop Production. UK. Eols Pulishers Co, Ltd.

Selasa, 15 Mei 2018

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN



Pengembangan Perangkat Pembelajaran
A. Pengertian Pengembangan
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa (2007), menyatakan bahwa: dalam kamus bahasa Indonesia pengembangan secara etimologi yang berarti proses/cara, perbuatan mengembangkan. Secara istilah, pengembangan merupakan suatu kegiatan yang dapat menghasilkan alat atau cara yang baru.
Pengertian pengembangan sebagaimana yang diungkapkan diatas, berlaku juga dalam bidang kajian kurikulum. Alasan yang paling mendasar mengapa perlu mengembangkan kurikulum adalah adanya perkembangan dan pengaruh positif yang datangnya dari luar atau dari dalam dengan harapan peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.

B. Pengembangan Perangkat Pengembangan
Pengembangan perangkat pembelajaran memuat langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengembangan perangkat. Model pengembangan perangkat ini disarankan oleh Thiagarajan, Semmel (1974) dalam Robert (1981).  Model terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu (1) Define, (2) Design, (3) Develop, (4) Disseminate atau diadaptasikan menjadi 4-P, yaitu Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran.
1.            Tahap Pendefinisian (define). tahap ini bertujuan untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran yang di awali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan. Tahap Ini meliputi 5 langkah, yaitu: (1) Analisis Ujung Depan, (2) Analisis siswa, (3) Analisis tugas, (analisis konsep), dan (5) perumusan tujuan pembelajaran.
2.            Tahap Perancangan (design), tahap ini terdiri dari 4 langkah, yaitu (1) penyusunan teks. Hal ini merupakan awal tahapan yang menghubungkan tahap design dan tahap define. (2) Media yang sesuai dengan tujuan dalam hal menyampaikan materi. (3) Pemilihan format. Pemilihan format ini dilakukan dalam mengkaji format perangkat yang sudah ada. (4) Rancangan awal perangkat.
3.            Tahap Pengembangan (develop). Pada tahap ini tujuannya adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaraan yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari pakar. Tahap ini meliputi: validasi perangkat oleh pakar termasuk revisi, (2) simulasi, (3) uji coba terbatas, (4) uji coba lebih lanjut. Penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan.
4.            Tahap Penyebaran (dissaminate), pada tahap ini tujuannya untuk menguji efektifitas penggunaan perangkat didalam kegiatan belajar mengajar. Tahap ini merupakan tahap penggunaan perangkat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas, misalnya dikelas lain, disekolah lain oleh guru lain.

Kamis, 10 Mei 2018

Definisi Pembelajaran



Belajar sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia membutuhkan waktu yang lama untuk belajar sehingga menjadi manusia dewasa. Manusia pada dasarnya selalu dan senantiasa belajar bagaimanapun dan dimanapun ia berada. Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi belajar dari para ahli berikut ini (Purwanto, 1998:84)
a)        Hilgard dan Bower
            Dalam buku Theories of Learning (1975) mengemukakan bahwa: ”Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya).”
b)        Gagne
            Dalam buku The Conditions of Learning (1977) menyatakan bahwa: ”Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.”
c)        Morgan
            Dalam buku Introduction to Psychology (1978) mengemukakan bahwa: ”Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.”
d)       Witherington
Dalam buku Educational Psychology mengemukakan bahwa : Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.”
Dari beberapa definisi tentang belajar yang telah dikemukakan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan belajar selalu menghasilkan suatu perubahan pada diri orang yang belajar. Proses yang terjadi dalam kegiatan belajar adalah pencarian pengalaman atau pengetahuan. Pengetahuan disini dapat diperoleh secara langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan yang secara langsung didapatkan misalnya dengan melihat, mendengar, merencanakan suatu kegiatan, melaksanakan, dan menemukan suatu fakta. Sedangkan pengetahuan yang diperoleh secara tidak langsung yaitu misalnya dengan membaca, melihat, mendengar, dan sebagainya yang diperoleh dari sumber kedua.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran (sasaran didik), sedangkan mengajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar. Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam suatu kegiatan manakala terjadi interaksi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa pada saat pengajaran itu berlangsung. Inilah makna belajar dan mengajar sebagai suatu proses.
Interaksi antara guru dengan siswa sebagai makna utama proses pembelajaran memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif. Mengingat kedudukan siswa sebagai subjek dan sekaligus juga sebagai objek dalam pembelajaran, maka inti proses pembelajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Inilah hakekat belajar, sebagai inti proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran yang menjadi persoalan utama adalah adanya proses belajar pada siswa yakni proses berubahnya tingkah laku siswa melalui berbagai pengalaman yang diperolehnya (Sudjana, 2009:28-28).

Seorang guru biologi perlu menguasai pengetahuan, cara kerja dan keterampilan dalam bidangnya. Guru biologi di SMA perlu menguasai biologi secara mendalam, metode-metode biologi, dan keterampilan-keterampilan dasar biologi. Biologi merupakan ilmu yang sudah cukup tua, karena sebagian besar berasal dari keingintahuan manusia tentang dirinya, lingkungannya, dan tentang kelangsungan hidup jenisnya. Biologi dimasukkan ke dalam ilmu-ilmu yang mengkaji tentang manusia. Namun, biologi juga termasuk ilmu-ilmu yang mengkaji tentang alam seperti halnya dengan astronomi, geologi, fisika dan kimia. Uniknya, biologi terlibat dalam kedua kelompok studi yang berbeda tersebut (Rustaman, 2003:13-15)
Biologi memiliki ciri yang khas dalam berpikirnya. Misalnya dalam mempelajari fisiologi, siswa diminta mengembangkan cara berpikir sibernetik, dalam mempelajari taksonomi dikembangkan keterampilan berpikir logis melalui klasifikasi, dan dalam mempelajari genetika perlu dikembangkan cara berpikir probabilitas. Selain itu, dalam biologi terdapat banyak istilah latin. Istilah latin tersebut merupakan sebuah konsep yang telah disepakati oleh para biologiwan, dan dapat dikembangkan atau dikombinasikan dengan membentuk pengertian yang lebih kompleks atau lebih spesifik (Rustaman, 2003:14)
Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis, menggolongkan dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tulisan, menggali dan memilah informasi faktual dan relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Video Kocak , Lucu Mengocok Perut