Hormon
merupakan salah satu sinyal yang di hasilkan dalam jumlah kecil oleh salah satu
tubuh organisme kemudiaan ditranspor ke bagian-bagian lain yang membutuhkan
yaitu tempat hormon berkaitan ke suatau reseptor spesifik dan memicu terjadinya
respon-respon di dalam sel dan
jaringan-jaringan target (Opik et al, 2005).
Secara
umum hormone pada tumbuhan diklasifikasikan menjadi 5 kelompok hormone
pertumbuhan yang paling berpengaruh yaitu hormon auksin, ABA, etilen, giberelin
dan sitokinin. Kelima hormone tersebut memiliki fungsinya masing-masing dalam
pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti auksin yang berperan dalam
merangsang pemanjangan batang, sitokinin yang berperan dalam meregulasi
pembelahan sel pada tunas dan akar serta fungsi lainnya pada masing-masing
(Campbell et al, 2008).
Auksin
merupakan hormone pertumbuhan tanaman yang pertama kali ditemukan, dimana
hormone ini berperan dalam proses pemanjangan beberapa organ tumbuhan sebagai
respon adanya ekspansi atau peluasan sel (Opik et al, 2005). Auksin alamiah
yang ditemukan pada tumbuhan berupa asam indolasetat atau indolasetic acid (IAA)
(Shahab et al, 2009). IAA merupakan salah satu hormone auksin yang paling
aktif, dimana hormone ini dihasilkan dari metabolisme atau sisntesis
L-Tryptophan (Shahab et al, 2009). Salah satu fungsi utama auksin adalah untuk
merangsang pemanjangan sel dalam tunas-tunas muda yang sedang berkembang.
Auksin paling banyak di ekspresikan di meristem apical. Auksin berperan dalam
proses perkembangan tumbuhan pada tahapan lebih lanjut serta dapat mengubah
ekspresi gen dengan cepat sehingga menyebabkan sel-sel di daerah pemanjangan
menghasilkan protein-protein baru dalam waktu singkat (Verheye, 2010).
Auksin alami yakni
tanaman yang dapat memproduksi sendiri hormone auksin endogen. Auksin
diproduksi dalam jaringan meristematik (yaitu tunas, daun muda dan buah). Auksin
merupakan salalag satu zat pengatur tumbuhan tanaman, contohnya hormon IAA dan
IBA dan Zat pengatur tubuh tanaman merupakan susunan organic berbeda dengan
nutrient, dimana hormone dihasilkan oleh tanaman dalam konsentrasi yang bisa
mengatur proses fisiologi tanaman yang aktifitasnya dapat merangsang atau
mendorong pengembangan sel, auksin sudah tersedia secara alami pada tumbuhan
(Patma dkk, 2013). Auksin sintetik yakni hormone yang berasal dari luar tubuh
tumbuhan (auksin eksogen) yakni buatan manusia. Salah satu jenis auksin
sintetik yang dijual di pasaran adalah atonik.
REFERENSI
Campbell,
N.A., Reece,J. B., Uny, L. A., Cain, M L., Wasseman, S.A., Minorsky, P. V., and
Jackson, R. B. 2008. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Opik,
H., Rolfe, A. R. 2005. The Physiology of Flowering Plants 4th ed. UK
: Cambridge University Press.
Patama,
U., Lollie A.P.P.,Luthfi A.M.S.2013.
Respon Media Tanam dan Pemberian Auksin Asam Asetat Naftalen pada Pembibitan
Aren (Arenga piƱata Mer) Jurnal Online Agroteknologi 1(2): 286-295.
Sahahab,
S., Ahmed, N., Khan, N.S. 2009. Indol acetic acid production an enhanced Plant
Growth promotion by indigenous PSBs. African Journal of Agricultural Research
4(11) : 1312-1316.
Verheye,
W.H. 2010. Soils, Plants Growth Crop
Production. UK. Eols Pulishers Co, Ltd.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar