Rabu, 23 Mei 2018

HORMON PERTUMBUHAN TUMBUHAN ( AUKSIN )

Hormon merupakan salah satu sinyal yang di hasilkan dalam jumlah kecil oleh salah satu tubuh organisme kemudiaan ditranspor ke bagian-bagian lain yang membutuhkan yaitu tempat hormon berkaitan ke suatau reseptor spesifik dan memicu terjadinya respon-respon  di dalam sel dan jaringan-jaringan target (Opik et al, 2005).
Secara umum hormone pada tumbuhan diklasifikasikan menjadi 5 kelompok hormone pertumbuhan yang paling berpengaruh yaitu hormon auksin, ABA, etilen, giberelin dan sitokinin. Kelima hormone tersebut memiliki fungsinya masing-masing dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti auksin yang berperan dalam merangsang pemanjangan batang, sitokinin yang berperan dalam meregulasi pembelahan sel pada tunas dan akar serta fungsi lainnya pada masing-masing (Campbell et al, 2008).
Auksin merupakan hormone pertumbuhan tanaman yang pertama kali ditemukan, dimana hormone ini berperan dalam proses pemanjangan beberapa organ tumbuhan sebagai respon adanya ekspansi atau peluasan sel (Opik et al, 2005). Auksin alamiah yang ditemukan pada tumbuhan berupa asam indolasetat atau indolasetic acid (IAA) (Shahab et al, 2009). IAA merupakan salah satu hormone auksin yang paling aktif, dimana hormone ini dihasilkan dari metabolisme atau sisntesis L-Tryptophan (Shahab et al, 2009). Salah satu fungsi utama auksin adalah untuk merangsang pemanjangan sel dalam tunas-tunas muda yang sedang berkembang. Auksin paling banyak di ekspresikan di meristem apical. Auksin berperan dalam proses perkembangan tumbuhan pada tahapan lebih lanjut serta dapat mengubah ekspresi gen dengan cepat sehingga menyebabkan sel-sel di daerah pemanjangan menghasilkan protein-protein baru dalam waktu singkat (Verheye, 2010).
Auksin alami yakni tanaman yang dapat memproduksi sendiri hormone auksin endogen. Auksin diproduksi dalam jaringan meristematik (yaitu tunas, daun muda dan buah). Auksin merupakan salalag satu zat pengatur tumbuhan tanaman, contohnya hormon IAA dan IBA dan Zat pengatur tubuh tanaman merupakan susunan organic berbeda dengan nutrient, dimana hormone dihasilkan oleh tanaman dalam konsentrasi yang bisa mengatur proses fisiologi tanaman yang aktifitasnya dapat merangsang atau mendorong pengembangan sel, auksin sudah tersedia secara alami pada tumbuhan (Patma dkk, 2013). Auksin sintetik yakni hormone yang berasal dari luar tubuh tumbuhan (auksin eksogen) yakni buatan manusia. Salah satu jenis auksin sintetik yang dijual di pasaran adalah atonik.

REFERENSI

Campbell, N.A., Reece,J. B., Uny, L. A., Cain, M L., Wasseman, S.A., Minorsky, P. V., and Jackson, R. B. 2008. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Opik, H., Rolfe, A. R. 2005. The Physiology of Flowering Plants 4th ed. UK : Cambridge University Press.
Patama, U.,  Lollie A.P.P.,Luthfi A.M.S.2013. Respon Media Tanam dan Pemberian Auksin Asam Asetat Naftalen pada Pembibitan Aren (Arenga piƱata Mer) Jurnal Online Agroteknologi 1(2): 286-295.
Sahahab, S., Ahmed, N., Khan, N.S. 2009. Indol acetic acid production an enhanced Plant Growth promotion by indigenous PSBs. African Journal of Agricultural Research 4(11) : 1312-1316.
Verheye, W.H. 2010.  Soils, Plants Growth Crop Production. UK. Eols Pulishers Co, Ltd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Video Kocak , Lucu Mengocok Perut